dari MENDAGRI untuk SEMUa

Pemabaca….berikut adalah comment dari sahabat saya…Panjang jadi ya jadikan tulisan baru di blog saya..maksih ya cute…Pasti bermanfaat..Tidak ada tujuan lain selain menjadikan kita berfikir berkali-kali untuk berkata…berbuat dan ahirnya harus bertanggung jawab…
assalamu’alaykum.wr.wb.
saudaraku yang kuCintai karena Allah, betapa Allah Maha melihat dan Maha mendengar….
saya sedikit mengingat pesan dosen saya saat kuliah “bengkel”
beliau berkata apabila “aspek buruk dari seseorang mahsiswa yg mendapat nilai jelek akan menjelek2kan teman yang laen”
dan semoga kita TIDAK termasuk dalam bagian tersebut.
saya dulu adalah mahasiswa yang senang berAKSI, dan saya masih ingat kita pernah aksi bareng, saya tidak tahu kenapa dulu anti MAU…
di tengah semester, tepatnya semester 3, animo saya untuk berAKSI mulai luntur seiring dengan banyaknya hal buruk yang mneContreng nama mahsiswa, yaitu DEMO yang URAKAN.
saya bahkan tidak mau berdemo bila hal itu tidak saya setujui, dan saya selalu melihat siapa yang berDEMO…apakah intra atau ekstra kampus.
tapi Alhamdulillah pemikiran “bodoh” saya itu luntur setelah saya sering berdiskusi dengan orang2 yang tidak suka aksi dan orang2 yang suka aksi.
dari diskusi itu, saya melihat orang2 yg tidak ikut aksi ,mereka sebenarnya TAKUT, takut bila saat mereka sedang ikut menuntut sesuatu, padahal mereka pada posisi itu,
semisal…saat menuntut korupsi,mereka (mahasiswa yg takut beraksi) masih korupsi.dalam kuliah, organisasi,..dll.
saat menuntut transparansi, mereka lagi2 takut…karena mereka sendri belum transparan. mencontek saat ujian, kerjasama saat ujian,dll.
itu mengapa mereka “malu untuk beraksi…takut untuk beraksi….hingga akhirnya ogah untuk ikut aksi….”
sekali lagi alhamdulillah,,pemikiran saya mulai terbuka,…
saya mau transparan…saya mau jadi orang baik…itu sebabnya saya ikut ajakan teman2 saat mereka ingin mengajak elemen pemerintahan untuk menjadi lebih baik, agar indonesia juga semakin membaik.bukan memburuk.
tidakkah kita ingin negeri kita tercinta menjadi lebih baik???
saya, yang saat ini menjadi bagian dari BEM MIPA, setuju dengan AKSI yang dilakukan rekan2 mahasiswa di lembaga EKSEKUTIF KAMPUS!
tapi memang, yang saya sayangkan,…aksi mahasiswa masih ditunggangi oknum masyarakat tertentu, yang tidak ingin adanya kebaikan, akan tetapi saya kurang tahu maksud anti mengatakan “aksi mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan yang tidak seharusnya”
saya merasa ingin berdiskusi lebih jauh tentang itu,
agar kemudian tida timbul fitnah dikalangan aktivis kampus.

AKSI adalah sebuah langkah yang sangat nyata untuk meyarakan aspirasi mahasiswa…aspirasi rakyat….
sebenarnya, mungkin kalo saudara2 belum tahu, ada beberapa langkah yang dilakukan sebelum aksi, seperti negosiasi, audiensi, polling,dll.
kemudian forbes, dan akhirnya mahasiswa mengambil sikap, karena aktivis mahasiswa itu idealis.
AKSI TIDAK HANYA BERISI TUNTUTAN…ITU YANG HARUS KITA TAHU.SUMBANG SIH PIKIRAN KITA PUN BISA DITUANGKAN LEWAT AKSI…SIMPATI PUN BISA DIKIRIM LEWAT AKSI..

masalah pertanyaan teman anti tersebut, saya rasa dia adalah orang yang berpendidikan,sehingga bisa melihat satu masalah dari sisi yang lain,…
sekarang bagaimana kita melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda pula,

sebenarnya itu semua tergantung pada diri kita pribadi,…
apakah kita akan ikut menyarakan suara rakyat untuk kebaikan negeri….
ataukah kita akan gigit jempol melihat negeri yang indah ini dirusak oleh oknum2 tertentu…
atau kita hanya akan memperkeruh suasana dengan berdebat tanpa tahu semuanya secara detaiL??
sebenarnya negeri ini adalah negeri yang ber asas demokrasi.rakyat berHAK menyuarakan aspirasi…
saya hanya ingin sedikit berpesan bagi semua yang membaca tulisan saya ini,
“jangan mudah terpancing dengan oknum2 yang menginginkan perpecahan…”

Saya sangat setuju komentar diatas yg dikatakan basayev88.semoga mahasiswa Indonesia(termasuk saya) semakin berkualitas.

(((sampaikan comment saya pada teman anda, semoga kita bisa berdiskusi lebih lanjut.))))

wallahua’lamu bishshowab
sebenarnya Allah Maha Mengetahui yang benar dan yang salah.
Wassalamu’alaykum wr.wb.

-Mendagri BEM PROGRESIF FMIPA UNS-

12 Komentar

  1. basayev berkata,

    16 Februari 2009 pada 12:07 am

    Ya memang banyak alasan mahasiswa ikut aksi dan tidak ikut aksi. Benar juga beberapa alasan di atas. Ada juga hal unik yang aq soroti, misal mahasiswa demo anti Israel dan Amerika, mereka mengecam Israel dan Amerika habis-habisan, Eh tak taunya dia pake Hp merk NOKIA, minumnya Coca-Cola, beli roti produk DANONE, susunya Nestle, dll.
    Semua produk yg ku sebut itu adl produk2 yg pernah ku baca disuatu selebaran … dg bertuliskan ” satu rupiah uang Anda menjadi satu peluru yang menembus dada saudara Anda di Palestina ” … yaaah
    dilema memang,, disatu sisi ingin menyuarakan aspirasi disisi lain ternyata tidak pas dengan diri sendiri

  2. Afif berkata,

    4 Maret 2009 pada 5:02 pm

    Subhanalloh forum ini sangat bermanfaat sekali. Klo Ustadz Basayev sepertinya saya sudah pernah kenal dan ketemuan deh. Kayaknya Ustadz Basayev pernah ngajar di Fakultas MIPA ya? Dulu saya sekilas pernah liat e-mail Ustadz Basayev pas saya kunjungan di Laboratorium Komputasi MIPA.

    Saya mau nanya sama Ustadz Basayev, sebelum ada hukum halal, haram, sunnah, mubah, makruh, dll (belum ada dalil apapun) sebenarnya apa hukum suatu perkara. Misal: sebelum ada dalil apapun, hukum pernikahan itu apa?

  3. 4 Maret 2009 pada 6:30 pm

    Artikel ini mungkin bermanfaat untuk Mendagri BEM FMIPA UNS kabinet progresive. Diambil dari blog seseorang, ni link-nya http://arifardiyansah.wordpress.com/2008/07/03/demonstrasi-di-mata-islam/

    DEMONSTRASI DI MATA ISLAM Juli 3, 2008
    Posted by arifardiyansah in Ibadah.
    trackback

    Maraknya aksi demo akhir-akhir ini membuat kita bertanya-tanya? bagaimana sebenarnya Islam memandang Demonstrasi? Apakah ini bagiana dari amar ma’ruf nahi munkar? berikut penjelasan Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar yang diambil dari majalah ADz-Dzakirah,

    Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.

    Pertama.
    Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.

    Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

    Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]

    Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.

    “Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.

    Kedua.
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.

    Ketiga
    Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.

    Keempat
    Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]

    Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.

    Kelima
    Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!

    Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.

    Keenam.
    Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.

    Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman Allah.

    “Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal : 60]

    Halaman ke-2 dari 2

    Ketujuh
    Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.

    Kedelapan
    Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.

    Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.

    Kesembilan
    Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka”.

    Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.

    “Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 9]

    Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.

    Kesepuluh
    Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.

    Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.

    Kesebelas.
    Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.

    Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa (!)

    Kedua belas.
    Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.

    Ketiga belas
    Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).

    Kempat belas
    Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya.

    “Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

    Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

    “Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]

    Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.

    [Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi Lc]

    [Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya. Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]

  4. 4 Maret 2009 pada 6:32 pm

    Dari saudaraku: Mujiburrahman – Juli 4, 2008

    Wah saya setuju dengan pendapat anda..

    Ini ada benarnya… maka saya tidak pernah mau terlibat dalam demonstrasi apa pun.. baik itu untuk islam… atau tujuan tujuan islam..

    Benar bahwa dalam sejarah islam pun tidak ada.. untuk mencapai tujuan dengan berdemonstrasi bukan hal yang islami… Nabi nabi terdahulu tidak melakukannya .. sampe ke para sahabat…

    Menarik sekali pendapat ini..

    Untuk hal ini kita se ide.. aku akan menyebarkan pemahaman ini diantara teman teman agar mereka mempunyai pemahamanan yang sama …

    salam

  5. 4 Maret 2009 pada 6:43 pm

    “masalah pertanyaan teman anti tersebut, saya rasa dia adalah orang yang berpendidikan,sehingga bisa melihat satu masalah dari sisi yang lain,…
    sekarang bagaimana kita melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda pula,”

    Astaghfirullahalazim, mau liat dari sisi mana? mau liat dari sudut pandang mana? Saya tidak tahu ini apa, yang jelas saya bersyukur sebagai muslim dan akan selalu berusaha berada dalam sisi atau sudut Islam.

    saya sependapat dengan putuku, yang memposting artikel yang isinya masih berada dalam sisi dan sudut islam. uhuk… uhuk… uhuk… ehim, nuhun simbah pamit.

  6. 4 Maret 2009 pada 6:52 pm

    Wah, putuku jan! ngirim nganti ping pindo, genahe pendidikane piye? jarene terpelajar? putuku, sinau ngeblog sik! kopine simbah wis ditukokne opo durung?

  7. basayev berkata,

    7 Maret 2009 pada 12:34 am

    Untuk masalah ttg hukum2 gtu saya tidak berani ” berfatwa “

  8. Chest berkata,

    7 Maret 2009 pada 2:03 pm

    Wih ramene blogna… melu ah..
    kalau aku sih dari pada panas2 kadang kehujanan.. trus belum tentu diperhatiin sama yang di demo/aksi mending cari solusi yang tepat..
    Bener maksud temen2 itu ngingetin pemimpin kita tapi mungkin menurut saya kurang bener… mungkin kita adakan debat panelis saja..atau yang lain kan lebih enak.. yang ga’ ngumbar kesalahan orang lain didepan umum..
    kadang juga ganggu penggunajalan umum.. dalane mbahe po di adang- adangi… sebagai anak mipa kadang malah ngerasa demo nambah-nambahi polusi (mbakar BAN) malah semakin mendukung global warming.. Please stop global warming..
    ini bukan lawakan tapi tenanan..
    ojo loro ati…VISIT ME at kangcut.blog.com

  9. 10 Maret 2009 pada 11:01 am

    Bukan berfatwa ustadz Basayev, tapi menyadur! maksudnya mengacu pada dasar hukum yang ada tentunya, tidak dengan nafsu manusia. Contohnya akh Monkey d Luffy yang menggunakan dasar-dasar hukum yang insyaAlloh bisa dipertanggungjwbkan sumbernya.

    Untuk akh Chest, sebenarnya bisnis ban bekas cukup prospek. bisnis-bisnis lain yang cukup prospektif:
    1. Jualan minuman (es teh, ganja/degan gula jawa, sprite, cocacola, fanta, dll)
    2. bensin
    3. kaos bekas
    4. sewa payung
    5. botol bekas
    6. spanduk, topi, slayer, masker, helm
    7. korex api.

    kira-kira alat-alat tersebutlah yang sangat prospek untuk diperdagangkan saat ada kejadian tersebut.

  10. micron lab inc., berkata,

    12 Maret 2009 pada 10:31 pm

    Maaf cuma numpang woro-w0r0… teman – teman semua silahkan kunjungi http://micronlab.wordpress.com

  11. deft12 berkata,

    7 April 2009 pada 7:50 pm

    “masalah pertanyaan teman anti tersebut, saya rasa dia adalah orang yang berpendidikan,sehingga bisa melihat satu masalah dari sisi yang lain,…
    sekarang bagaimana kita melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda pula,” (dari saya)

    Astaghfirullahalazim, mau liat dari sisi mana? mau liat dari sudut pandang mana? Saya tidak tahu ini apa, yang jelas saya bersyukur sebagai muslim dan akan selalu berusaha berada dalam sisi atau sudut Islam. (dari Simbahe Monkey D Luffi)

    Assalamu’alaykum.
    afwan sebelumnya, ternyata ada yang tidak menangkap apa yang saya maksud,, saya tidak melihat dari pertanyaannya…yang kemudian ke hukum2nya. jelas yang namanya membunuh saudara sendiri (muslim) itu gak boleh, san saya rasa antum paham dengan segala dalil2nya,,
    akan tetapi, saya memaknai pertanyaan bukan pertanyaan yang sebenarnya, alias ada yang tersirat dari pertanyaan tersebut,,yang tidak mutlak ada di pertanyaan tersebut.
    seperti ini maksud saya memandang dari sisi lain, jika kita mempunyai teman yang brutal di kelas, tidak menghargai orang lain, maka teman2nya akan berkata bila sianak itu menyebalkan, tidak tahu diri, dan umpatan2 lain, tapi,,mari kita melihat dari sisi lain, kenapa sang anak tersebut dapat bertingkah seperti itu,coba telusuri perlakuan keluarganya, asupan kasih sayangnya, karena bisa jadi kalau kita berlaku halus, kita bisa mengubah kelakuan buruknya.
    nah, itulah yang saya maksud melihat satu masalah dari sudut pandang lain,kalau masalah dasar hukum sudah jelas, ideologi kita sama,,yaitu Al-Islam….Allahu ghoyyatuna…

    untuk Monkey D Luffy (Putune Monkey D A)
    Jazakumullah khoiran katsir atas artikelnya, semoga bermanfaat bagi semua…
    tapi, yang perlu diingat,…kalo kita menganggap makna denonstrasi itu sama dengan makna AKSI…berarti ya kita harus seutuhnya menyamakan apa yang dilakukan saat aksi,…
    tidak seutuhnya yang namanya aksi itu, berjemur di jalanan panas, berkoar2 hingga timbul anarkhi…
    tapi jajak pendapat itu bagian dari aksi, penyebaran leaflet dan pamflet itu juga aksi,, audiensi itu juga aksi…negosiasi itu juga aksi…so,,apakah masih haram yang namanya negosiasi???
    wallahua’lamu bishshowab..
    afwan jiddan
    bagi siapapun SELAMAT BERKARYA UNTUK NUSA DAN BANGSA!!!!dengan cara apapun, yang penting Allah Ridho’

    ^_^


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.