Ada Apa gerangan dengan moral KAMI?

Pulang perjalanan dari gresik, tiba-tiba saya mendapat sms dari sahabat saya di negri antahberantah yang entah ada angin apa beliau sms saya,

hemm…menarik!!!begini smsnya,

“menurut anda, apa hukumnya membunuh saudara sendiri?”

deg, saya sedikit tercengang dengan pertanyaan beliau, tapi menurut saya beliau punya maksud jika mengapa bicara tentang hal ini…
ternyata, berita tentang meninggalnya seorang ketua DPRD karena aksi anarki yang KATANYA menuntut pemekaran suatu wilayah. oo…(dalam hati) dia bilang bahwa dlam aksi ‘ada mahasiswa’ yang turut ‘gontok-gontokan’ merusak kantor DPRD dan entah dirasuki setan apa mereka memukul dan melempari benda keras pada sang ketua DPRD. Kronologi crita bisa anda baca pada situs2 koran atau dari manapun.

HHHufh..suasana ngantuk saya yang berada dalam mobil tiba-tiba hilang tertarik pada berita yang belum lengkap saya melanjutkan sms itu.

Dia tanya pada saya ,”sampeyan isin ra dadi mahasiswa?,katanya mahasiswa itu terpelajar tapi koq kelakuanne ora mencerminkan opo sing dipelajari selama ini” (kira2 begitu smsnya)

Pertanyaan yang menusuk pada hati saat raga yang lelah perjalanan gresik-solo. Saya bingung ketika manjawab karna lengkap berita belum saya dapat hingga akhirnya saya putuskan untuk menjawab sekedarnya saja.

saya jawab bahwa saya tidak malu merasa manjadi mahasiswa karna saya rasa saya tidak suka pada aksi anarkis yang menjatuhkan nama saya sebagai mahasiswa.

Saya mulai berfikir pada aksi yang ada dan sering dilakukan teman2 saya dibagian eksekutif di kampus saya. Saya khawatir pada aksi yang selama ini ada yang tidak meutup kemungkinan aksi ini ditunggangi olah kepentingan2 yang tak seharusnya. Bahkan saya khawatir ketia aksi itu dilaksanakan hanya untuk membikin sensasi….naudzubillah…jangan sampai!!!

Tapi saya kadung berfikir yang gak-gak.
hehehe

Sampai dirumah saya mulai melupakan pikiran2 itu, bersihkan badan lantas tidur.

Kemudian hari ini ketika saya bersama teman2 membahas microhydro smabil dengarkan berita, akhirnya berita tentang ketua DPRD yang menilnggal tersebut dityangkan dan yang mengejutkan lagi, Kepolisian menangkap mahasiswa yang turut demo mengaku bahwa mereka mendapatkan uang 25 ribu untuk ikut aksi tersebut. Astaghfirullah…..sampai hati mereka melakukan aksi tersebut untuk uang 25 ribu?Allahu Rabbi…berita ini semakin menusuk saja dlm Qalbu…

Teman-temen mahasiswa..
Tidakkah anda berfikir ketika anda menganiaya ketua DPRD tersebut anda memikirkan bahwa si ketua tersebut dapat meninggal?
Tidak selesai disitu, lantas apakah teman2 memikirkan bahwa ia punya anak dan istri?dan bagaimana jika suatu hari anda bertemu dengan si anak dan anak bertanya pada anada “mas, ayah saya salah apa sehingga anda membununya dengan cara demikian?” …Lantas apakah dengan tindakan seperti itu mampu memberikan yang terbaik untuk daerah pemekaran tersebut? Atau pernahkah temen2 berfikir bahwa anda akan disebut sebagai Pahlawan yang memperjuangan pemekaran dengan membunuh seorang ayah yang tidak lain adalah saudara kita sendiri, satu bangsa?

bagi Pembaca,
jika anda mahasiswa tolong jawab pertanyaan temen saya tadi,
jika anda adalah orang tua yang punya anak mahasiwa apa yang anda lakukan jika anak anda melakukan hal demikian?
jika anda seorang pengusaha apakah anda akan mengivestasikan kekayaan anda pada mahasiswa tersebut?
jika ana seorang anak yang bapaknya meninggal karan ulah temn2 saya tadi masih inginkah anda menjadi mahasiswa cinta aksi?
jika anda seorang istri apa yang ingin anda katakan saat melihat jasad suami anda, ia meninggal karna tingkah temn2 saya?
jika anda seorang guru PPKn, apakah anda sudah tepat dalam menyampaikan pelajaran MORAl pada anak didik anda?
jika anda adalah Guru Aqidah akhlak apakah anda tidak bisa memastikan bahwa anda telah berakhlaq sehingga mampu memberi contoh pada anak didik anda?

lantas…

ADa Apa GEranagAn dengan MORAl KAMI?salah kah kami dalah belajar moral selama ini?atau sudah teptkah dikatakan kami ini mahasiswa?

maaf JIKA tidak berkenan, bagi sahabat2 saya dikampus perjuangan tumbuhkan semangat nasionalisme anada sebagai Anak Indonesia. berikan sumbangan fikiran dan langkah NYATA(ga sekedar aksi) anda sebagai wujug Nasionalisme anda!!!

HIDUP MAHASISWA BERMORAL!!!

4 Komentar

  1. basayev88 berkata,

    9 Februari 2009 pada 11:45 pm

    Ya itu slah satu fenomena mahasiswa indonesia, suka aksi2. Kalo’ aq si dilarang ibu ikut aksi, he3 … ya semoga mahasiswa Indonesia makin berkualitas, bingung mo kasih comment, he3

  2. defi sulistyana berkata,

    11 Februari 2009 pada 9:12 pm

    assalamu’alaykum.wr.wb.
    saudaraku yang kuCintai karena Allah, betapa Allah Maha melihat dan Maha mendengar….
    saya sedikit mengingat pesan dosen saya saat kuliah “bengkel”
    beliau berkata apabila “aspek buruk dari seseorang mahsiswa yg mendapat nilai jelek akan menjelek2kan teman yang laen”
    dan semoga kita TIDAK termasuk dalam bagian tersebut.
    saya dulu adalah mahasiswa yang senang berAKSI, dan saya masih ingat kita pernah aksi bareng, saya tidak tahu kenapa dulu anti MAU…
    di tengah semester, tepatnya semester 3, animo saya untuk berAKSI mulai luntur seiring dengan banyaknya hal buruk yang mneContreng nama mahsiswa, yaitu DEMO yang URAKAN.
    saya bahkan tidak mau berdemo bila hal itu tidak saya setujui, dan saya selalu melihat siapa yang berDEMO…apakah intra atau ekstra kampus.
    tapi Alhamdulillah pemikiran “bodoh” saya itu luntur setelah saya sering berdiskusi dengan orang2 yang tidak suka aksi dan orang2 yang suka aksi.
    dari diskusi itu, saya melihat orang2 yg tidak ikut aksi ,mereka sebenarnya TAKUT, takut bila saat mereka sedang ikut menuntut sesuatu, padahal mereka pada posisi itu,
    semisal…saat menuntut korupsi,mereka (mahasiswa yg takut beraksi) masih korupsi.dalam kuliah, organisasi,..dll.
    saat menuntut transparansi, mereka lagi2 takut…karena mereka sendri belum transparan. mencontek saat ujian, kerjasama saat ujian,dll.
    itu mengapa mereka “malu untuk beraksi…takut untuk beraksi….hingga akhirnya ogah untuk ikut aksi….”
    sekali lagi alhamdulillah,,pemikiran saya mulai terbuka,…
    saya mau transparan…saya mau jadi orang baik…itu sebabnya saya ikut ajakan teman2 saat mereka ingin mengajak elemen pemerintahan untuk menjadi lebih baik, agar indonesia juga semakin membaik.bukan memburuk.
    tidakkah kita ingin negeri kita tercinta menjadi lebih baik???
    saya, yang saat ini menjadi bagian dari BEM MIPA, setuju dengan AKSI yang dilakukan rekan2 mahasiswa di lembaga EKSEKUTIF KAMPUS!
    tapi memang, yang saya sayangkan,…aksi mahasiswa masih ditunggangi oknum masyarakat tertentu, yang tidak ingin adanya kebaikan, akan tetapi saya kurang tahu maksud anti mengatakan “aksi mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan yang tidak seharusnya”
    saya merasa ingin berdiskusi lebih jauh tentang itu,
    agar kemudian tida timbul fitnah dikalangan aktivis kampus.

    AKSI adalah sebuah langkah yang sangat nyata untuk meyarakan aspirasi mahasiswa…aspirasi rakyat….
    sebenarnya, mungkin kalo saudara2 belum tahu, ada beberapa langkah yang dilakukan sebelum aksi, seperti negosiasi, audiensi, polling,dll.
    kemudian forbes, dan akhirnya mahasiswa mengambil sikap, karena aktivis mahasiswa itu idealis.
    AKSI TIDAK HANYA BERISI TUNTUTAN…ITU YANG HARUS KITA TAHU.SUMBANG SIH PIKIRAN KITA PUN BISA DITUANGKAN LEWAT AKSI…SIMPATI PUN BISA DIKIRIM LEWAT AKSI..

    masalah pertanyaan teman anti tersebut, saya rasa dia adalah orang yang berpendidikan,sehingga bisa melihat satu masalah dari sisi yang lain,…
    sekarang bagaimana kita melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda pula,

    sebenarnya itu semua tergantung pada diri kita pribadi,…
    apakah kita akan ikut menyarakan suara rakyat untuk kebaikan negeri….
    ataukah kita akan gigit jempol melihat negeri yang indah ini dirusak oleh oknum2 tertentu…
    atau kita hanya akan memperkeruh suasana dengan berdebat tanpa tahu semuanya secara detaiL??
    sebenarnya negeri ini adalah negeri yang ber asas demokrasi.rakyat berHAK menyuarakan aspirasi…
    saya hanya ingin sedikit berpesan bagi semua yang membaca tulisan saya ini,
    “jangan mudah terpancing dengan oknum2 yang menginginkan perpecahan…”

    Saya sangat setuju komentar diatas yg dikatakan basayev88.semoga mahasiswa Indonesia(termasuk saya) semakin berkualitas.

    (((sampaikan comment saya pada teman anda, semoga kita bisa berdiskusi lebih lanjut.))))

    wallahua’lamu bishshowab
    sebenarnya Allah Maha Mengetahui yang benar dan yang salah.
    Wassalamu’alaykum wr.wb.

    -Mendagri BEM PROGRESIF FMIPA UNS-

  3. Pak Rocky cpn berkata,

    12 Februari 2009 pada 4:30 am

    Semua itu kembali kepada individu msg2

  4. akh berkata,

    3 Maret 2009 pada 6:36 pm

    Rock, mbk sing rodo ganas sitik…
    mbok diperjelas.. biar nggak jadi syubhat…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.